PERATURAN MENTRI TENAGA KERJA TENTANG KWALIFIKASIDAN SYARAT-SYARAT OPERATOR KERAN ANGKAT (BAB 7-8)

BAB VII
ATURAN PERALIHAN

Pasal 12

  1. Bagi operator yang telah bekerja berdasarkan sertifikat operator yang telah diberikan sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini, untuk menentukan kwalifikasi operator diharuskan mengikuti latihan peningkatan (up grading) sesuai peraturan Menteri ini.
  2. Sertifikat operator yang telah diterbitkan sebelum peraturan ini berlaku akan diadakan peninjauan kembali disesuaikan dengan ketentuan dalam peraturan ini.
  3. Untuk pelaksanaan ketentuan ayat (2) pasal ini, perusahaan yang memiliki sertifikat operator wajib mengembalikan sertifikat dimaksud kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuknya melalui Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 13

Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

DITETAPKAN DI : JAKARTA
PADA TANGGAL : 21 FEBRUARI 1989.

MENTERI TENAGA KERJA.
tdd
Drs. Cosmas Batubara

LAMPIRAN I : Peraturan Menteri Tenaga Kerja
Nomor : 01/Men/1989
Tanggal : 21 Februari 1989

JUMLAH OPERATOR KERAN ANGKAT
YANG BERLAKU DI PERUSAHAAN
PEMBUAT, PEMILIK/PEMAKAI KERAN ANGKAT.

No Kapasitas  Jumlah Operator Untuk Satu Keran Angkat
Kelas III  Kelas II Kelas I
1 Keran Mobil dan Menara, (Hidrolis, Mekanis dan Portal).
25   ton 1 orang
25   ton          50 ton 1 orang 1 orang
50   ton        100 ton 1 orang 1 orang 1 orang
100 ton        200 ton 2 orang 1 orang 1 orang
200 ton 2 orang 2 orang 1 orang
Keran Overhead
25 ton 1 orang 1 orang
25   ton         50 ton
50   ton       100 ton 1 orang 1 orang 1 orang
100 ton 1 orang

Jumlah operator yang bertugas tersebut pada satu shift.

 

DITETAPKAN DI : JAKARTA
PADA TANGGAL : 21 FEBRUARI 1989.

MENTERI TENAGA KERJA.
tdd
Drs. Cosmas Batubara

LAMPIRAN II A : Peraturan Menteri Tenaga Kerja
Nomor : 01/Men/1989
Tanggal : 21 Februari 1989

TENTANG KURIKULUM OPERATOR
KERAN ANGKAT

I. Tujuan:
Memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan keran angkat, bertanggung jawab, berdisiplin dan mengerti terhadap keselamatan kerja dalam melakukan pekerjaan, sehingga penggunaan alat dapat lebih efisien, produktif, dan aman.

II. Mata Pelajaran Inti:

1. Kecelakaan pada keran angkat:

1.1. Kecelakaan disebabkan oleh kelebihan beban.
1.2. Kecelakaan disebabkan oleh gagalnya perangkat keselamatan.
1.3. Kecelakaan disebabkan oleh keadaan yang tidak normal.
1.4. Kecelakaan disebabkan oleh kesalahan alat bantu angkat (alat rigging), sling, aba-aba dan lain-lain.
1.5. Kecelakaan disebabkan oleh kesalahan prosedur pemasangan, perubahan dan pembongkaran.
1.6. Diskusi/tanya jawab.

2. Prinsip Rancang Bangun:

2.1. Konstruksi dan Stabilitas.
2.2. Faktor keamanan (Safety Factor).
2.3. Pengaruh tinggi, panjang boom dan tekanan angin.
2.4. Jenis-jenis keran, keuntungan dan keterbatasannya.
2.5. Indikator Beban Aman dan penyetop otomatis.
2.6. Diskusi dan Tanya jawab.

3. Tenaga Penggerak:

3.1. Tenaga penggerak mekanis.
3.2. Tenaga penggerak hidrolis.
3.3. Tenaga penggerak pneumatik.
3.4. Tenaga penggerak listrik.
3.5. Diskusi dan Tanya jawab.

4. Kapasitas dan Daftar Beban:

4.1. Dasar pengukuran.
4.2. Daftar beban dan Daerah operasi.
4.3. Beban kotor.
4.4. Beban pengurang.
4.5. Beban bersih (Netto).

5. Pemasangan, Pengujian dan Pembongkaran

5.1. Hanya dilakukan oleh orang yang terlatih.
5.2. Mengetahui petunjuk dan prosedur dari pabrik.
5.3. Landasan, keadaan tanah, keratan kelabang (track dan indikator yang benar).
5.4. Keadaan angin sewaktu pemasangan dan pembongkaran.
5.5. Dapatkan persetujuan pabrik bila melakukan modifikasi.
5.6. Pembongkaran sama penting dengan pemasangan.
5.7. Pcnggunaan kunci-kunci yang benar, dan peralatan keselamatan.
5.8. Boom, jib, centilever, dan teleskopik.
5.9. Indikator petunjuk aman.
5.10. Penggunaan penumpu (out rigger) yang benar.
5.11. Prosedur dan uji beban.
5.12. Pengawasan oleh orang yang berkompetensi.
5.13. Diskusi dan Tanya Jawab.

6. Tali Kawat Baja dan Tali Serat:

6.1. Konstruksi, pemeriksaan. pemilihan dan penggunaan.
6.2. Tali angkat (hoist ropes).
6.3. Tali derek (derrecking ropes).
6.4. Sling dan penggunaan yang benar.
6.5. Penyimpanan dan perawatan tali.
6.6. Pemasangan klam yang benar.
6.7. Tali serat, Beban Kerja Aman, Pemeriksaan dan Penggunaan.
6.8. Pembuatan sling tanpa ujung dari tali serat.
6.9. Diskusi dan Tanya Jawab.

7. Rantai Kait dan Alat Bantu Angkat lainnya:

7.1. Konstruksi, pemeriksaan dan penyimpanan.
7.2. Mengenal bahan yang digunakan.
7.3. Penggunaan yang benar dari kait sakel, dan baut mata.
7.4. Beban Kerja Aman (SWL) dan pengaruh sudut kaki sling.
7.5. Penggunaan salah seperti beban mendadak, simpul, dan lain-lain pada sling.
7.6. Alat Bantu Angkat khusus seperti: Beam, keranjang angkat, dan lain-lain.
7.7. swivel, takel dan lain-lain.
7.8. Diskusi dan Tanya Jawab.

8. Perawatan (Maintenance):

8.1. Perawatan-perawatan angkat (umum).
8.2. Pemeriksaan periodik.
8.3. Pelumasan.
8.4. Perawatan ban.
8.5. Rem dan kopling.
8.6. Pancing angkat dan puli.
8.7. Diskusi dan Tanya Jawab.

9. Pengoperasian Crane yang Aman:

9.1. Kontrol keran.
9.2. Penggunaan perangkat keselamatan dan indikator beban aman.
9.3. Pemilihan dan penempatan keran untuk suatu pengangkatan.
9.4. Halangan-halangan seperti listrik, bangunan dan lain-lain.
9.5. Penempatan dan menjalankan (travelling) keran.
9.6. Menaikkan dan menurunkan beban dengan aman.
9.7. Pengangkatan dengan keran lebih dari satu.
9.8. Diskusi dan Tanya Jawab.

10.Cara Pengikatan Beban:

10.1. Aba-aba, radio dan alat komunikasi lainnya.
10.2. Bentuk dan berat beban.
10.3. Titik berat dan stabilitas beban.
10.4. Pemilihan alat bantu angkat yang sesuai dan benar.
10.5. Penempatan beban pada kait.
10.6. Pengendalian beban.
10.7. Diskusi dan Tanya Jawab.

11. Praktikum Lapangan:

11.1. Siswa dikelompokkan.
11.2. Memeriksa Sling dan alat bantu alat.
11.3. Menentukan kemampuan angkat dalam berbagai situasi.
11.4. Pemeriksaan alat bantu angkat yang rusak.
11.5. Perawatan dan pemeriksaan keran.
11.6. Menentukan berat dan titik berat dari berbagai beban.
11.7. Cara pengikatan beban yang benar.
11.8. Pelipatan (Folding) dan pelepasan (unfolding) boom kisi.
11.9. Pengoperasian keran dan pemberian aba-aba.
11.10. Diskusi dan Tanya Jawab.

12. Perundang-undangan dan Peraturan:

12.1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
12.2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1985 tentang Pesawat Angkat & Transport.
12.3. Tanggung Jawab Operator.
12.4. Tanggung Jawab Kontraktor.
12.5. Tanggung Jawab Operator di Jalan Raya.
12.6. Pelaporan kecelakaan dan bahaya yang terjadi.
12.7. Peraturan-peraturan yang terkait.

13. Evaluasi:

Pada akhir pelajaran teori dan praktek harus diberikan evaluasi akhir.

14.Mata Pelajaran Dasar:

− Etika.
− Hubungan Industrial Pancasila.
− Motivasi Kerja.

III. Kurikulum dan Silabus tersebut di atas dapat dikembangkan dan disesuaikan
dengan kebutuhan tingkat keterampilan dan kemajuan teknologi.

IV. Jumlah Jam Pelajaran:
Jumlah Jam Pelajaran untuk setiap tingkat kemampuan dan keterampilan (Operator III, Operator II dan Operator I), disesuaikan dengan bobot materi yang diberikan berdasarkan kurikulum tersebut di atas.
− Jam pelajaran untuk Paket A1.
(Operator III) = 243 jam.
− Jam pelajaran untuk Paket A2.
(Operator II) = 180 jam.

Jam pelajaran untuk Paket A3.
(Operator I) = 120 jam.
− Jam pelajaran teori dan praktek berbanding = 30 : 60.

 

LAMPIRAN II B : Peraturan Menteri Tenaga Kerja
Nomor : 01/Men/1989
Tanggal : 21 Februari 1989

KURIKULUM KURSUS OPERATOR KERAN ANGKAT

I. PAKET A1 

Mata Pelajaran  Jam Pelajaran (JP)
A. Teori:
1 Sikap dan etika ………………………………………………………. 10 JP
2 HIP dan keselamatan kerja ……………………………………… 10 JP
3 Pengenalan keran angkat ………………………………………… 5 JP
4 Prinsip kerja keran angkat ………………………………………. 4 JP
5 Prinsip kerja sistem hidrolis ……………………………………. 10 JP
6 Pengukuran dan kapasitas keran angkat ……………………. 8 JP
7 Faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja aman
keran …………………………………………………………………….
10 JP
8 Pengetahuan tali kawat baja ……………………………………. 8 JP
9 Memilih keran angkat untuk suatu
jenis pengangkatan barang ……………………………………….
10 JP
10 Menghitung dan memperkirakan berat barang …………… 7 JP
11 Pengetahuan ringging …………………………………………….. 10 JP
12 Pengoperasian yang aman ………………………………………. 7 JP
13 Perawatan dan pemeliharaan …………………………………… 8 JP
                Jumlah 107 JP
B PRAKTEK:
1 Pengoperasian yang aman 90 JP
2 Rigging 20 JP
3 Perawatan dan pemeliharaan 20 JP
C EVALUASI. Jumlah 130 JP
13 JP Jumlah 250 JP

II. PAKET A2

Mata Pelajaran  Jam Pelajaran (JP)
1 Sikap dan etika ………………………………………………………. 10 JP
2 HIP dan keselamatan kerja ………………………………………. 10 JP
3 Prinsip kerja, jenis dan terminologi keran hidrolis
dan mekanisme ……………………………………………………….
10 JP
4 Prinsip pengoperasian keran…………………………………….. 10 JP
5 Daerah pengangkutan ……………………………………………… 10 JP
6 Daftar beban dan aspek-aspeknya …………………………….. 10 JP
7 Kalkulasi beban …………………………………………………….. 10 JP
8 Pengetahuan rigging yang terinci …………………………….. 10 JP
9 Perawatan dan pemeliharaan secara terinci ……………….. 10 JP
  Jumlah  90
B PRAKTEK LAPANGAN
1 Pengoperasian kerañ hidrolik dan mekanik maksimum
50 ton dengan aman ………………………………………………..
66 JP
2 Penggunaan alat-alat rigging …………………………………… 7 JP
3 Melakukan peningkatan-peningkatan yang aman
terhadap macam- macam bentuk barang …………………….
7 JP
4 Membuat laporan pemeliharaan terhadap keran
Hidrolik dan mekanik………………………………………………
15 JP
C EVALUASI AKHIR Jumlah 95 JP
15 JP
Jumlah 200 JP

II. PAKET A3

Mata Pelajaran  Jam Pelajaran (JP)
A TEORI
1 …………………………………………………………………………….. ……………. JP
2 …………………………………………………………………………….. ……………. JP
3 …………………………………………………………………………….. ……………. JP
Jumlah……….. JP
B PRAKTEK LAPANGAN
…………………………………………………………………………….. ……………. JP
…………………………………………………………………………….. ……………. JP
…………………………………………………………………………….. ……………. JP
C EVALUASI AKHIR ………………………………………………. Jumlah……….. JP
……………. JP
Jumlah……….. JP

DITETAPKAN DI : JAKARTA
PADA TANGGAL : 21 FEBRUARI 1989.

MENTERI TENAGA KERJA.
tdd
Drs. Cosmas Batubara

Incoming search terms:

  • prosedur pemilihan alat bantu angkat
  • dasar yang mempengaruhi kapasitas angkat kran
  • diskusi Alat angkat kait
  • jumlah operator crane menara menurut peraturan pemerintah tahun 1989 di atas 200 ton
  • keran overhead kelas 3
  • manfaat dari pemeriksaan pengoprasian pesawat gundola
  • tenaga penggerak keran